Graha Tristar

D3 MANAJEMEN PERHOTELAN DAN PARIWISATA

D3 MANAJEMEN PERHOTELAN DAN PARIWISATA

D3 PERHOTELAN SPESIALISASI F&B PRODUCT

D3 PERHOTELAN SPESIALISASI F&B PRODUCT
Showing posts with label Library. Show all posts
Showing posts with label Library. Show all posts

World of Cuisines

Adakan Gathering Dengan Tema “World of Cuisines”
AKPAR Majapahit Siap Go Internasional


Tepat tanggal 23 Maret 2013, di Akademi Parwisata Majapahit kembali diadakan gathering dengan tema “World of Cuisine”. Namun pada kesempatan kali ini selain mengadakan acara gathering, diadakan pula acara Eksibisi produk mahasiswa. Produk - produk yang dibuat adalah produk persiapan mereka untuk persiapan mengikuti expo di Food and Hotel Indonesia pada tanggal 10 - 13 April 2013 mendatang di Jakarta. Selain sebagai sarana melatih para mahasiswa, acara gathering ini juga bertujuan untuk mencari kritik dan saran yang membangun untuk penyempurnaan produk yang mereka buat. Acara ini dihadiri kurang lebih 100 rekan, teman dan keluarga dari Bapak Juwono selaku Pembina Yayasan dari Akpar Majapahit.
Untuk menu yang dihidangkan berasal dari perwakilan berbagai Negara, seperti Oriental Zoo yang berisi makanan oriental yang dikemas dalam bentuk karakter binatang, kemudian American Big Burger, Menara Pizza, Piramid Samosa, Lotus Nachos, Mini cup Cakes dan menu - menu lain. Total ada 16 menu ditambah dengan beberapa Fruit Carving.

Untuk kali pertama, AKPAR Majapahit akan mengikuti pameran Food and Hotel Indonesia 2013 di Jakarta. Sekolah Tinggi AKPAR Majapahit yang berpusat di Jalan Raya Jemursari 244 Surabaya ini berencana akan mengirimkan enam siswa siswi terbaiknya untuk ikut serta dalam ajang Pameran Food And Hotel Indonesia 2013 di Jakarta. Namun sebelum mengikuti ajang tersebut, AKPAR Majapahit menggelar simulasi terlebih dahulu sebelum ikut serta dalam ajang pada tanggal 6 April 2013 mendatang di Jakarta. Dalam simulasi yang di gelar pada sabtu ( 23/03/2013 ) lalu, pihak AKPAR Majapahit juga mendatangkan beberapa komentator sebagai salah satu masukan sebelum benar benar di terjunkan.

‘Kita sangat berharap kesempatan baik ini menjadi peluang bagi perusahan kami untuk melebarkan sayap lebih lebar lagi, apalagi Pameran Food And Hotel Indonesia 2013 bersifat go internasioanal dan diikuti oleh beberapa hotel di Indonesia bahkan dunia. Tidak itu saja, hampir setiap tahunnya diadakan di dua kota yang berbeda seperti Jakarta dan Bali. Tentu kesempatan ini sangat langka bagi perusahan kami dan harus di ikuti secara serius dalam pengembangan pariwisata anak negeri, baik hotel dan makanannya untuk belajar dari negara - negara lain" ujar Perwakilan AKPAR Majapahit Yuda pada Senin (25/3).

Yuda mengatakan, dalam kesempatan pameran ini juga akan digelar kompetisi para juru masak dari berbagai negara, di mana para ahli masak Indonesia juga akan ikut berpartisipasi dan bertanding dalam acara yang akan digelar tersebut. ‘Tentu saja ini kesempatan baik bagi kampus kami untuk unjuk kebolehan bersma ahli masak internasional. Walaupun tidak ada hadiah yang di perebutkan dalam pameran kali ini, namun kesempatan untuk belajar bersama chef kelas dunia di sana akan kami dapatkan dan akan menjadi kenangan yang takkan terlupakan selamanya’ beber Yuda. dok:3/26/2013


Kunjungan Runner Up Master Chef Agus Sasirangan

Agus Sasirangan
Dari Menengok Alat Industri hingga Mencicipi Hidangan Karya Siswa AKPAR Majapahit - Surabaya

Suasana AKPAR Majapahit yang terletak di Graha Tristar, Jl. Raya Jemursari 244 Surabaya, Sabtu (23/2) lalu agak sedikit berbeda. Kedatangan Runner up Master Chef 2011, Agus Gazali Rahman atau yang lebih dikenal dengan sebutan Agus Sasirangan membuat suasana menjadi lebih hangat. Awalnya, Chef Agus Sasirangan datang untuk mencari alat industri berupa plastic sealer yang akan digunakan untuk mengemas keripik galuh kreasinya. Keripik galuh ini merupakan kripik pisang aneka rasa yang kini mulai dikenal di berbagai daerah sebagai jajanan khas Banjarmasin. Begitu langkah kaki memasuki Graha Tristar, sambutan hangat sang pemilik, Ir. Juwono Saroso membuat guru salah satu SMK Negeri di Banjarmasin ini ingin mengenal lebih dalam tentang AKPAR Majapahit.


Dikarenakan kedatangan Chef Agus Sasirangan di hari Sabtu, kelaspun terisi oleh siswa umum yang sengaja datang untuk meningkatkan ketrampilan kuliner dengan mengikuti kursus masak dan bartender sesuai tema yang telah dipilih. Setelah melihat dan mempraktikkan cara kerja plastic sealer, Chef Agus Sasirangan berkeliling mengunjungi tiap kelas yang ada di AKPAR Majapahit. Saat memasuki kelas pertama, beberapa peserta yang sedang asyik membuat roti unyil merasa surprise dengan kedatangan Chef Agus Sasirangan. Tak ayal obrolan-obrolan ringan hingga foto bersama sang Master Chef yang juga brand ambassador Pizza Hut & PHD ini tak dapat dihindari.

Suasana yang serupa dirasakan saat Chef Agus Sasirangan mengunjungi kelas kursus lainnya, seperti kelas kursus Mi, kelas kursus Mereque, kelas kursus Lumpia, kelas kursus hidangan Vegetarian, kelas kursus Kreasi hidangan Kepiting, hingga kelas Bartender. Menariknya, siswa yang mengikuti kursus kala itu tak hanya datang dari Surabaya saja, ada siswa yang datang dari Malang, Jakarta, Palu, Mataram, bahkan Kalimantan.

Saat mengunjungi kelas kursus masak, Chef Agus Sasirangan pun ikut mencoba membuat Mi, mencicipi lezatnya dendeng jamur yang pas untuk golongan vegetarian, hingga menikmati kesejukan minuman hasil karya siswa yang kursus kala itu. Setelah mengunjungi tiap kelas kursus hingga menengok nyamannya mini hotel AKPAR Majapahit, Chef Agus Sasirangan dipersilakan untuk menikmati hidangan makan siang di café yang ada di dalam gedung AKPAR Majapahit. Kelebihan dari Meja Café ini, semua masakan yang dihidangkan merupakan hasil racikan para mahasiswa, dan disajikan oleh mahasiswa juga. “Semua siswa tidak hanya diajarkan tentang teori saja, dari hal yang simpel seperti yang dilakukan di café ini nantinya bisa menciptakan mahasiswa yang terlatih dan terampil” urai Ir.Juwono Saroso.

Dalam jamuan ramah tamah ini, Chef yang juga pernah memecahkan rekor MURI dengan masak di atas trailer melewati 7 kabupaten/ kota di Kalimantan Selatan ini menungkapkan kesannya terhadap sekolah AKPAR Majapahit, “AKPAR Majapahit keren banget…!, begitu keliling melihat fasilitas yang tesedia, aku benar-benar kagum. Di tempat ini rasanya semua kebutuhan kuliner tersedia, all in one. Mulai dari tersedianya perlengkapan alat industri rumah tangga, hingga industri besar juga tersedia, akupun tertarik untuk membelinya saat usaha makananku nanti berkembang.

Lebih asyiknya lagi, di tempat ini ilmu tidak hanya dibagikan untuk siswanya saja, semua orang yang tertarik dengan dunia masak-memasak dan ingin belajar membuatnya, di sini juga bisa. Dengan bimbingan tenaga pengajar yang expert di bidangnya, kita juga bisa menjadi tenaga trampil di dunia kuliner. Dan satu lagi, di sini juga ada café yang ternyata semua hidangannya diolah oleh siswa dan disajikan oleh siswanya juga. Begitu saya mencicipi hidangan, ehm…..mantap, makanannya penuh dengan cinta. Terima kasih untuk kehangatan sambutannya saat berada di AKPAR Majapahit, maju terus dan raihlah kesuksesan.” urai Runner Up Master Chef 2011. dok:3/23/2013





Akpar Majapahit Siap ’Go International’

Kirim 21 Mahasiswa ke At-Sunrice Global Chef Academy Singapura

INDUSTRI pariwisata yang tumbuh signifikan akhir-akhir ini mendorong lembaga pendidikan tinggi bidang kepariwisataan bersaing ketat mencetak sumber daya manusia (SDM) kepariwisataan yang handal di bidangnya masing-masing, tak terkecuali Akademi Pariwisata Majapahit.

Lembaga pendidikan yang berada di bawah pengelolaan Yayasan Eka Prasetya Mandiri ini kegiatan operasionalnya menempati gedung Graha Tristar. Gedung baru berlantai lima yang berlokasi di jalan Raya Jemursari 244 ini didesain cukup mewah dan sangat representatif untuk kegiatan belajar mengajar para mahasiswa jurusan pastry, culinary, tour & travel dan perhotelan.
Pasalnya, Graha Tristar ini didesain sedemikian rupa sehingga para mahasiswa betah belajar di kampus karena selain tersedia ruang kelas ber-AC, juga tempat praktik yang representatif. Pengelola Akpar Majapahit juga melengkapi gedung barunya itu dengan berbagai fasilitas penunjang seperti laboratorium tour planning & guiding, lab front office, lab bartending, lab housekeeping, lab laundry, ruang perpustakaan, fasilitas wi-fi untuk internetan. Di gedung baru Graha Tristar tersebut juga dilengkapi ruang receptionist, front office, ticket counter, café, toko bahan kue, dapur pastry dan culinary berstandar internasional, lobi yang luas dan nyaman.

”Sementara itu, tenaga pengajarnya adalah dosen profesional di bidangnya dan sejumlah praktisi industri jasa pariwisata demi mewujudkan learning by doing and being,” kata Hedy W Saleh, Direktur Akpar Majapahit didampingi Asisten Direktur I Machtucha.

Tak salah jika dalam kiprahnya selama ini, Akpar Majapahit diminati calon mahasiswa yang ingin memperdalam pendidikan di bidang pastry, culinary, tour & travel dan perhotelan. Sampai posisi Januari 2013, total jumlah mahasiswanya mencapai 268. Rinciannya mahasiswa semester II perhotelan 119 dan tours & travel 25 orang, mahasiswa semester IV perhotelan 79 dan tours & travel 20 orang, sedangkan mahasiswa semester VI perhotelan 10 dan tours & travel 10 orang.

Untuk mendukung kegiatan perkuliahan dan kelancaran akademik, Akpar Majapahit merekrut dosen-dosen berkualitas dan profesional di bidang industry tourism. Selain itu, untuk memenuhi persyaratan Ditjen Dikti bahwa dosen minimal lulusan S2 harus linier dengan bidang yang diajarkan, maka 13 dosen Akpar Majapahit dikuliahkan S2 Kajian Pariwisata ke Sekolah Tinggi Pariwisata (STP) Trisakti Jakarta (Magister Terapan Pariwisata). Mereka mengikuti perkualiahan secara on-line system, sehingga tidak mengganggu kegiatan mengajar di kampus.

Sementara itu, untuk mempercepat branding Akpar Majapahit, pihaknya telah menjajaki kerjasama dengan lembaga sejenis dari kawasan Asia Tenggara. Upaya untuk “go international” ini telah dirintis sejak 2010 silam oleh Presdir Tristar Group Juwono Saroso yang mengunjungi kampus At-Sunrice Global Chef Academy di Singapura. Langkah perdana ketika itu kemudian ditindak lanjuti dengan pengiriman 21 mahasiswa Akpar Majapahit berkunjung ke sana.

Keberangkatan mahasiswa D3 Perhotelan Akpar Majapahit ke Singapura pada 27-29 November 2012 lalu itu dikemas dalam bentuk Study Tour. Mereka didampingi staf dan dosen Akpar Majapahit Otje Herman Wibowo, Cicilia dan Erna.

Selama di Kota Singa tiga hari dua malam, mereka sharing dengan Chef Mc Donald dari At-Sunrice Global Chef Academy dalam demo teknik memasak ayam. Mahasiswa juga berkesempatan keliling kampus, mendengarkan penjelasan tuan rumah tentang penerapan kurikulum berstandar internasional, mengikuti kegiatan city tour dan memanjakan diri dalam program wisata belanja di mal-mal ternama.

Selain bekerjasama dengan pihak At-Sunrice Global Institute dalam pertukaran mahasiswa, dosen dan kurikulum, pihak Akpar Majapahit juga menjajaki kerjasama dengan institute yang sejenis di Malaysia dan Thailand. Ini terkait dengan implementasi Kawasan Perdagangan Bebas Pariwisata Asia Tenggara (ASEAN Framework & Agreement for Services-AFAS)

Sebelumnya, mahasiswa D3 Perhotelan Akpar Majapahit juga telah mengikuti study tour di Bali. Ini merupakan kesempatan perdana mereka mengenali potensi industry wisata domestic, sebelum mengikuti kegiatan serupa di luar negeri. dok:3/23/2013

Ujian Praktek Tengah Semester

Hedi Wahidin,SH.,M.SI Par
Yanuar, SE
Mahasiswa Akpar Majapahit Surabaya Gelar Ujian Praktek Tengah Semester

Mahasiswa AKPAR Majapahit menggelar ujian akhir praktek yang diadakan selama 3 hari yang dimulai pada 25-27 Maret 2014. Ujian ditujukan kepada mahasiswa kelas Pastry Bakery dan Culliner. Dalam ruang praktek, terlihat beberapa mahasiswa sedang konsentrasi dalam produk yang diujikan. Mereka diberi kesempatan untuk membuat produk yang unik dan semenarik mungkin.

Ujian praktek ini dilakukan secara rutin yaitu pada akhir tengah semester dan pada akhir semester nantinya akan digelar ujian praktek kembali. Dalam penentuan tema pada ujian kali ini, beberapa mahasiswa mengaku tema berasal dari misteri box (secara acak), bahkan terdapat juga mahasiswa yang menentukan ide kreasi sendiri. Untuk juri penilaian berasal dari Dosen AKPAR Majapahit yang berjumlah 4 orang. Dalam penilaian para Dosen tim penguji menentukan nilai berdasarkan kriteria dari performance yang merupakan tampilan produk, kreatifitas, tekstur, dan rasa yang dinilai berdasarkan dari bau dan taste. Menurut Bpk. Hedi Wahidin,SH.,M.SI Par selaku Dirut Pendidikan AKPAR Majapahit menuturkan tujuan dari diadakan ujian ini ialah

  1. Untuk mengukur bagaimana hasil pembelajaran kepada mahasiswa selama ini apakah berhasil atau tidak dalam mengaplikasikan makanan serta keterampilan yang diterapkan selama proses pembelajaran.
  2. Agar mahasiswa mendapatkan prestasi akademik yang baik yang merupakan suatu kebanggaan baagi Mahasiswa AKPAR.
  3. Menuntut mahasiswa agar bisa menerapkan ide untuk menghasilkan produk yang fantastik dan mempunyai nilai harga jual yang tinggi.
  4. Agar mahasiswa nantinya dapat menjadi sumber daya professional, memiliki skill yang lengkap baik hard dan maupun soft dan memiliki keberanian ide dalam berkreasi.
Dalam ujian kali ini, Bpk.Yanuar, SE selaku tim penguji dari Dosen Mahasiswa AKPAR Majapahit berharap agar mahasiswa bisa lebih memahami tentang tekhnik dasar memasak mulai dari bahan mentah hingga siap dalam kondisi yang sempurna dan mereka dapat melalui proses belajar dengan baik.

Profil Singkat Akademi Pariwisata Majapahit Surabaya

Akademi Pariwisata Majapahit adalah lembaga pendidikan formal Diploma 3 dengan program studi Perhotelan dan Usaha Perjalanan Wisata secara formal berdiri berdasarkan surat keputusan menteri pendidikan nasional nomor 17/D/O/1997 tanggal 14 Juli 1997. Visi Akademi Pariwisata Majapahit adalah menjadi lembaga pendidikan pariwisata terdepan dalam menciptakan sumber daya manusia industry pariwisata yang professional, berbudaya dan berskala global. Akademi Pariwisata Majapahit mengembang misi pengembangan dan peningkatan mutu kurikulum dan pengajar, prasarana dan sarana pembelajaran, kreatifitas, inovasi dan kewirausahaan mahasiswa, praktek dan sinergi dengan dunia usaha pariwisata serta pengabdian masyarakat.

Melalui motto “Learning by Doing & Being”, model pembelajaran di aplikasikan dalam bentuk pemberian teori, dan pengetahuan aktual yang langsung diikuti dengan pengenalan faktual sarana dan prasarana operasional dalam studi praktek setiap hari, sekaligus mendekatkan dan mencantumkan mahasiswa dengan dunia pariwisata selama masa perkuliahan. Akademi Pariwisata Majapahit telah menjalin hubungan kerja lintas profesi dengan jajaran industri hotel berbintang, tours & travel, pengelola obyek wisata, jasa transportasi udara, laut dan darat serta institusi teknis terkait seperti layanan bandar udara, imigrasian dan dinas – dinas pariwisata daerah dalam rangka pengalokasian media praktek kerja – On the Job Training para mahasiswa di dalam dan luar negeri.

Bagi para lulusan AKPAR Majapahit tidak perlu khawatir mencari pekerjaan setelah lulus, karena pada masing – masing jurusan memiliki prospek karier yang sangat menjanjikan. Seperti Prospek Karier Lulusan Perhotelan yaitu Food Product – Junior Chef akan menjadi seorang cook terampil dan handal yang dapat menguasai berbagai jenis masakan nasional dan internasional, Front Office – Receptionist akan dapat menguasai standar pelayanan internasional guest rooming, House Keeping – Supervisor Room Attendant dapat menguasai pengorganisasian standar persiapan dan penataan kamar hotel. Dan untuk Lulusan Usaha Perjalan Wisata seperti Tour Division – Tour Planner dapat menguasai rancangan dan perhitungan paket wisata, Travel Service Division – Ticketing Service Operator akan menjadi seorang yang profesional dalam pelayanan penjualan tiket penerbangan domestic dan internasional. *dok : 4/22/2014

>>> UNTUK LIHAT RESEPNYA--- KLIK MASING-MASING GAMBAR <<<



Cake Capres 2014

Untuk Pemilu Damai, Akpar Majapahit Buat Kue Capres

HIRUK-PIKUK kegiatan kampanye calon presiden (capres) selama sebulan penuh, yang dimulai sejak 9 Juni hingga 9 Juli 2014 mendatang, telah menginspirasi Akademi Pariwisata (Akpar) Majapahit untuk membuat “kue capres”.
Cake Capres 2014
Rencana membuat kue capres ini merupakan ide orisinil dari Akpar Majapahit, yang ingin menampilkan produk kuliner unik, menarik dan berbeda dari biasanya, dengan memotret fonemona yang saat ini menjadi isu hangat di tengah masyarakat, yakni hajatan lima tahunan berupa pemilihan presiden (pilpres) 2014.
Chef Simon Marga

Jiurike Alvionita (Jiu)
Pembuatan kue capres ini dimotori chef Simon Marga (Dosen Pastry) Akpar Majapahit dengan dibantu asisten chef Jiurike Alvionita (Jiu) dan Febe Ayu Sutejo (Veve). Mereka bertiga kompak menyiapkan sponge cake (bahan dasar pembuatan kue itu) sejak Kamis (12/6). Sedangkan bahan lain berupa butter cream, plastik icing dan print wajah Capres 1 (Prabowo) dan Capres 2 (Jokowi) sudah tersedia di Dapur Pastry Akpar Majapahit pada hari H, Jumat (13/6).

Proses menghias print wajah capres 1 (Prabowo) dan capres 2 (Jokowi) --dalam satu loyang-- dengan plastic icing perlu keahlian tersendiri agar tampilan kue capres yang dibikin timbul tersebut bisa semirip mungkin dengan wajah aslinya. Pekerjaan membuat kue capres ini sejak persiapan hingga selesai menghias print wajah capres butuh waktu sekitar tiga jam.

”Selain itu, kedua tokoh yang akan bertarung untuk menjadi RI-1 periode 2014-2019 itu sengaja kami sandingkan dalam satu wadah. Ini kami maksudkan bahwa siapapun yang jadi presidennya nanti, Indonesia tetap damai,” kata Jiurike, sambil menunjukkan hasil kreasinya di dapur pastry Akpar Majapahit, Sabtu (14/6).

Di mata Ketua Yayasan Eka Prasetya Mandirim Ir Juwono Saroso, ide cerdas staf pengajar Akpar Majapahit dan asistennya yang terinspirasi dari hajatan kampanye pilpres 2014 ini langsung mendapat apresiasi dari pihak yayasan sebagai pengelola Akpar Majapahit.

Semua bahan, sarana dan prasana di kampus disiapkan untuk merealisasikan pembuatan kue capres yang dinilainya sebagai original idea dari civitas akademika Akpar Majapahit khususnya dosen pastry.

”Sebagai insan pariwisata, tuntutan harus selalu inovatif dengan membuat sesuatu yang unik dan menarik seperti membuat kue capres ini merupakan keniscayaan. Tentu saja yayasan akan mendukung sepenuhnya setiap lahir gagasan orisinil dari kalangan dosen maupun mahasiswa,” terang Juwono.

Dengan mengapresiasikan ide brilian ini berupa kue capres, pihaknya ingin Akpar Majapahit semakin dikenal luas oleh masyarakat, bahwa lembaga pendidikan tinggi ini mampu membuat apapun, sekalipun hanya produk kuliner. ”Itu artinya bahwa produk kuliner tidak hanya bisa dimakan (dikonsumsi), melainkan juga bisa dinikmati bersama karena produk kuliner itu lahir dari gagasan irisinil Akpar Majapahit,” pungkasnya.*dok : 6/25/2014

>>> LIHAT RESEP + STEP BY STEP PEMBUATAN CAKE CAPRES 2014 <<<

Entri Populer

Parade Foto